Skip to main content

hiking


This is what I call with real adventure. I have never tasted this great adventure before. Usually we (my fellow teachers) just go for a casual adventure. We went to Mt. Puntang in Banjaran. It was raining season at that time. But we insisted of going for we really...I mean really really need some refreshing after some hectic in school.
Mama was our leader. There were 7 ladies and 3 men only. 4 of those ladies are married women (is that really necessary to be mentioned here??????????). They were great despite the age. They could handle the rough stony path. In the middle of our journey , rain poured heavily. So....we were all soaking wet. Our destination is the waterfall. Somehow we couldn't reach the place because there's landslide. If we insisted of going there, we had to clinging on the big tree root . On our left side is a cliff. No need to endanger ourselves, so we decided to return. It was disappointing of course but we can always come back.
During our journey of returning to our post, I was trembling for we hadn't got our lunch (we're still amateur). My hands felt so aching and cold. I felt that in any moment I could die. And that was the moment I started to shake with fear of my own sins and the smell of death. I started to remember Allah. Geez....it's so human. Whenever we encounter trouble and rough times we remember Him (well, at least that's me). Where are we when we're happy. Does He exist? ( that's the question for me). I think I was still given some times to mend my act. I am still alive. I could go home though soaking wet and trembling. Wearing only my jacket and my mukena I went home accompanied by Pa Sa'di. Thank you Pak for willing to send me home.
We still have many hiking plans. Somehow we get addicted. There are many beautiful places outthere waiting to be visited by us. So....deungsanhaja!!!!!!!!!
^^/
sansan

Comments

San.....keren bgt!!!!!!

Kapan lagi ya kt menaklukan Gn. Hutang....eh Gn. Puntang.....

Air jernih, batu gede, sungai, pohon lembab......

Rindu euy!!

Popular posts from this blog

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak Akhir-akhir ini aku sering teringat Bapaku. Suasana rumah pun terasa hambar. Perasaan rumah terasa membosankan. Tanggal 25 September ini akan ada film Laskar pelangi. Bapa suka sekali bukunya. Aku ingin nonton bersama Bapa. Aku ingin melihat reaksi beliau saat sedih karena terharu dan tertawa karena lucu. Bapak, aku rindu....

Dora The Explorer Dan Oreo Termahal

Dora the Explorer Dan Oreo Termahal Badan pegal – pegal karena terpenjara selama lebih dari lima jam. Ditambah lagi harus berhimpitan di kerumunan manusia saat festival. Begitu masuk ke dalam  subway , yang pertama kali ingin kulakukan adalah tidur. Ah leganya ketika kulihat ada kursi kosong yang bisa kududuki. Enaknya bisa selonjoran untuk mehilangkan rasa pegal di kaki. Rupanya ketika aku tertidur, muridku iseng mengambil foto diriku yang sedang tertidur. Refleks aku terbangun. Begitu tersadar, tiba – tiba muncul seorang anak kecil bersama ibunya. Mereka berdiri tepat di hadapanku. Harusnya aku beri kursi itu pada mereka tapi ada sedikit kebingungan soal memberi tempat duduk di Korea atau di Jepang. Terkadang para orang tua menolak tawaran tersebut. Terlebih lagi jika kita menawarkan kursi itu pada orang yang masih muda. Salah satu alasan yang kutahu adalah mereka tak ingin terlihat seperti orang tua. Maka, tak heran jika beberapa orang tua pun terkadang menolak diberi ...

Naga Bonar Jadi 2

Baru-baru ini aku dikejutkan oleh film Indonesia. Sudah lama setelah Jomblo aku ga nonton film Indonesia lagi (abis yang berkeliaran banyaknya hantu2 mulu sih). Jomblo keren banget. Akhirnya ada film yang bikin aku ngakak bukan ketakutan ga karuan. Tapi tetep novelnya lebih bikin aku ngakak (aku ketawa2 sendirian di bis). Sekarang ada film keren yang lain. Isinya lebih mantap. Di film ini aku bisa merasa sedih, lucu, malu dan miris. Dedi Mizwar keren banget. Sebelum ini ada juga film Indonesia yang keren. Kalo ga salah judulnya simbol. Itu tuh yang ada ayam jagonya. Tokoh anaknya dan temen2nya kayaknya kalah keren sama tokoh bapaknya, Naga Bonar. Trus masih lebih keren juga dari tokoh supir bajaj, polisi dan tukang karpet (Indra Birowo). Pemain yang lainnya aktingnya masih harus lebih diasah kayaknya (sok banget aku). Film ini aku masukan dalam kategori must see movie. Yang ga doyan film Indonesia, kamu mesti check yang satu ini. Ini beda dari yang lain. Pulang dari bios...