Skip to main content

Our Language Festival





우리 첫과 두 번째 말 축제. 예쁘지, 그렇지? These are our first and second language festival for our Korean class. The ladies dressed up in hanbok, their favorite attire. Usually we sell some Korean food. And the most famous one is Korean noodle, ramyeon. It will sell out right away. People will start to order once they see the noodle. The buyer hardly pays attention to the price because it only appears every language festival.
The other language classes will sell the food of their own. The French class will sell French food and play French games. The Japanese will decorate the stall in Japanese style, bamboo. They also sell the food and the Japanese accessories. The Deutch class will sell their own food. Last year they dressed up in football t-shirt team due to the atmosphere of world cup.
Sometimes the visitors come from other school or the students’ parents or the people from the neighborhood. The music is very various. Each class plays their own music. My Korean class usually plays the soundtracks of Korean dramas. In the second festival we had something new. We introduced some games, songs and Korean tradition of bowing and a short Korean drama. It was hilarious. With the appearance of our Korean guest makes our class special because we can bring the native. In the next festival we have plan to sell bulgogi and our forever favorite ramyeon. Maybe we’ll add some cookies. We’ll look forward for the next festival. If you want to be the part of the crowd, do come. Have fun at our festival. Enjoy the seeing of Jang Geum like covered by scarf.
^^/
sansan

Comments

Popular posts from this blog

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak Akhir-akhir ini aku sering teringat Bapaku. Suasana rumah pun terasa hambar. Perasaan rumah terasa membosankan. Tanggal 25 September ini akan ada film Laskar pelangi. Bapa suka sekali bukunya. Aku ingin nonton bersama Bapa. Aku ingin melihat reaksi beliau saat sedih karena terharu dan tertawa karena lucu. Bapak, aku rindu....

Dora The Explorer Dan Oreo Termahal

Dora the Explorer Dan Oreo Termahal Badan pegal – pegal karena terpenjara selama lebih dari lima jam. Ditambah lagi harus berhimpitan di kerumunan manusia saat festival. Begitu masuk ke dalam  subway , yang pertama kali ingin kulakukan adalah tidur. Ah leganya ketika kulihat ada kursi kosong yang bisa kududuki. Enaknya bisa selonjoran untuk mehilangkan rasa pegal di kaki. Rupanya ketika aku tertidur, muridku iseng mengambil foto diriku yang sedang tertidur. Refleks aku terbangun. Begitu tersadar, tiba – tiba muncul seorang anak kecil bersama ibunya. Mereka berdiri tepat di hadapanku. Harusnya aku beri kursi itu pada mereka tapi ada sedikit kebingungan soal memberi tempat duduk di Korea atau di Jepang. Terkadang para orang tua menolak tawaran tersebut. Terlebih lagi jika kita menawarkan kursi itu pada orang yang masih muda. Salah satu alasan yang kutahu adalah mereka tak ingin terlihat seperti orang tua. Maka, tak heran jika beberapa orang tua pun terkadang menolak diberi ...

Naga Bonar Jadi 2

Baru-baru ini aku dikejutkan oleh film Indonesia. Sudah lama setelah Jomblo aku ga nonton film Indonesia lagi (abis yang berkeliaran banyaknya hantu2 mulu sih). Jomblo keren banget. Akhirnya ada film yang bikin aku ngakak bukan ketakutan ga karuan. Tapi tetep novelnya lebih bikin aku ngakak (aku ketawa2 sendirian di bis). Sekarang ada film keren yang lain. Isinya lebih mantap. Di film ini aku bisa merasa sedih, lucu, malu dan miris. Dedi Mizwar keren banget. Sebelum ini ada juga film Indonesia yang keren. Kalo ga salah judulnya simbol. Itu tuh yang ada ayam jagonya. Tokoh anaknya dan temen2nya kayaknya kalah keren sama tokoh bapaknya, Naga Bonar. Trus masih lebih keren juga dari tokoh supir bajaj, polisi dan tukang karpet (Indra Birowo). Pemain yang lainnya aktingnya masih harus lebih diasah kayaknya (sok banget aku). Film ini aku masukan dalam kategori must see movie. Yang ga doyan film Indonesia, kamu mesti check yang satu ini. Ini beda dari yang lain. Pulang dari bios...