Skip to main content

Ada apa dengan Andra and the backbone? (Oct 15th, 2007)

Ga ada apa-apa sih kalo mau tau jawabannya. Hanya aja mereka Andra menulis lirik Sempurna yang bikin aku tiba2 terkapar dan terkulai lemas. Tepatnya bertekuk lutut, menyerah. Sebelumnya aku tak tau ada lagu judulnya Sempurna. Suatu hari aku sedang melakukan jalan-jalan di salah satu supermarket terbesar di daerahku. Maaf nama dan tempat kejadian tidak bisa disebutkan, terlalu iklan. Tiba2 kuping menangkap lirik dari lagu yang lagi diputar di supermarket itu. Aku mematung sesaat untuk menangkap lirik lagu. Dan akhirnya dapat. Keesokan harinya, seperti biasa aku datang pagi untuk cari lagu itu di internet. It’s my lucky day. Aku bisa mendapatkannya dengan gratis di internet. Sejak itu lagunya Mas Andra itu jadi lagu andalan di Komputer dan hapeku. Saking seringnya aku mendengarkan lagu itu I started to have a delusion and ambition. Rasanya bila pria itu ada (maksudnya pria yang bisa kunikahi. Aku pake kata bisa masalahnya pria yang aku ingin nikahi ada beberapa tapi unavailable. Rata2 sudah ada tagnyaT__T) ingin aku melamarnya dengan menggunakan lagu ini. Ingin rasanya aku menjadi Khadijah yang melamar seorang Muhammad. Aku tak akan bawa sekuntum mawar merah atau intan berlian tapi cukup diriku aja yang ingin aku serahkan pada dia. Kira2 dia mau ga ya? Will he think that I am worth all the troubles? Hiks…hiks…hiks…dia di mana ya sekarang? Hari rabu ini aku lihat acara ceriwis. Hari itu ternyata ulang tahun perkawinannya Indy. Suaminya datang dengan menyanyikan lagu Sempurna dan membawa some flowers. Hiks…hiks…hiks…pengen dong. Apalagi pas Indy menyatakan perasaanya pada suaminya. Dia bilang pertamanya dia adalah hal paling sulit untuk menerima suaminya itu dalam kehidupan dia tapi sekarang malah dia tak tahu bagaimana kalo Indy ga punya dia. Melelehlah aku dan adik2 perempuanku. Salah satu adiku nyeletuk, “Ada Benny (maaf kalo salah tulis nama) yang lain ga ya?” Ya, persis sama denganku setiap menemukan pria2 yang mempesona seperti itu. Pasti akan bilang, “Ada kopiannya ga ya? Bisa titip satu?”
Sebenarnya lagu Sempurna itu menurut Andra waktu diwawancara di sebuah infotainment adalah lagu untuk Tuhan. Aku sempat bingung, di mana letak kata atau ungkapan yang menjurus pada Tuhan. Apalagi waktu dengar kata sayang, ga terpikir itu untuk Tuhan. He loves Allah that much till he could say “sayang”. Takjub karena aku masih sering menggerutu pada-Nya. Tapi Andra tambahkan kalo orang boleh bebas mempunyai interpretasinya sendiri. Dan bagiku lagu itu masih untuk manusia. Oleh karena kekalahanku atas lagu itu, maka aku akan upload deh lagunya di sini. Waktu tepatnya belum jelas. Maaf ya. Siapa tau yang lain juga merasa hal yang sama.^^*

Comments

Popular posts from this blog

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak Akhir-akhir ini aku sering teringat Bapaku. Suasana rumah pun terasa hambar. Perasaan rumah terasa membosankan. Tanggal 25 September ini akan ada film Laskar pelangi. Bapa suka sekali bukunya. Aku ingin nonton bersama Bapa. Aku ingin melihat reaksi beliau saat sedih karena terharu dan tertawa karena lucu. Bapak, aku rindu....

Dora The Explorer Dan Oreo Termahal

Dora the Explorer Dan Oreo Termahal Badan pegal – pegal karena terpenjara selama lebih dari lima jam. Ditambah lagi harus berhimpitan di kerumunan manusia saat festival. Begitu masuk ke dalam  subway , yang pertama kali ingin kulakukan adalah tidur. Ah leganya ketika kulihat ada kursi kosong yang bisa kududuki. Enaknya bisa selonjoran untuk mehilangkan rasa pegal di kaki. Rupanya ketika aku tertidur, muridku iseng mengambil foto diriku yang sedang tertidur. Refleks aku terbangun. Begitu tersadar, tiba – tiba muncul seorang anak kecil bersama ibunya. Mereka berdiri tepat di hadapanku. Harusnya aku beri kursi itu pada mereka tapi ada sedikit kebingungan soal memberi tempat duduk di Korea atau di Jepang. Terkadang para orang tua menolak tawaran tersebut. Terlebih lagi jika kita menawarkan kursi itu pada orang yang masih muda. Salah satu alasan yang kutahu adalah mereka tak ingin terlihat seperti orang tua. Maka, tak heran jika beberapa orang tua pun terkadang menolak diberi ...

Naga Bonar Jadi 2

Baru-baru ini aku dikejutkan oleh film Indonesia. Sudah lama setelah Jomblo aku ga nonton film Indonesia lagi (abis yang berkeliaran banyaknya hantu2 mulu sih). Jomblo keren banget. Akhirnya ada film yang bikin aku ngakak bukan ketakutan ga karuan. Tapi tetep novelnya lebih bikin aku ngakak (aku ketawa2 sendirian di bis). Sekarang ada film keren yang lain. Isinya lebih mantap. Di film ini aku bisa merasa sedih, lucu, malu dan miris. Dedi Mizwar keren banget. Sebelum ini ada juga film Indonesia yang keren. Kalo ga salah judulnya simbol. Itu tuh yang ada ayam jagonya. Tokoh anaknya dan temen2nya kayaknya kalah keren sama tokoh bapaknya, Naga Bonar. Trus masih lebih keren juga dari tokoh supir bajaj, polisi dan tukang karpet (Indra Birowo). Pemain yang lainnya aktingnya masih harus lebih diasah kayaknya (sok banget aku). Film ini aku masukan dalam kategori must see movie. Yang ga doyan film Indonesia, kamu mesti check yang satu ini. Ini beda dari yang lain. Pulang dari bios...