Skip to main content

Berziarah ke Makam Bapak

Berziarah ke Makam Bapak


Bapak, aku bahagia akhirnya bisa mengunjungi Bapak. Makam Bapak terletak di daerah tinggi. Pamanku menyerah ketika kami ajak untuk ikut. Beliau sudah tak sanggup lagi untuk mendaki. Ibuku juga merasa tak yakin beliau bisa menaiki tanjakan itu.
Diantar oleh keponakanku, kami dan bibi pergi ke makam Bapak. Melalui jalan yang menanjak dan cuaca yang panas, cukup membuat kami kelelahan. Tadinya kami berencana untuk pergi pagi hari tapi karena hujan turun semalaman, niat itu diurungkan karena jalan pasti sangat licin.
Selama perjalanan kakaku mengambil gambar pemandangan desa kakeku dari puncak. Indah sekali. Ketika sampai di makam, kakaku mulai memimpin doa. Rasa sedih tak sanggup kami pendam. Air mata bercucuran di pipi kami. Tak terkecuali dua orang laki-laki di keluargaku. Kami sangat merindukannya.
Pulangnya kami mengambil jalan yang berbeda karena jalan yang kami tempuh tadi tak aman untuk dilalui. Jalan pulang berbatu sehingga tidak licin. Kami pulang dengan mata merah karena habis menangis. Sebelum sampai rumah, kami berfoto dahulu. Di tempat itu juga dulu, aku dan kakakku sempat berfoto dengan kakek, nenek dan temanya.
Dulu beliau masih sehat. Sekarang kakek tercintaku itu sudah terhapus ingatannya sebagian. Fisiknya sudah menurun drastis hingga tak kuat untuk berjalan. Aku sedih melihat keadaan beliau. Kami hanya bisa menghiburnya dengan mengajaknya mengobrol dan bernyanyi.

Comments

Popular posts from this blog

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak

Aku Ingin Nonton Bareng Bapak Akhir-akhir ini aku sering teringat Bapaku. Suasana rumah pun terasa hambar. Perasaan rumah terasa membosankan. Tanggal 25 September ini akan ada film Laskar pelangi. Bapa suka sekali bukunya. Aku ingin nonton bersama Bapa. Aku ingin melihat reaksi beliau saat sedih karena terharu dan tertawa karena lucu. Bapak, aku rindu....

Dora The Explorer Dan Oreo Termahal

Dora the Explorer Dan Oreo Termahal Badan pegal – pegal karena terpenjara selama lebih dari lima jam. Ditambah lagi harus berhimpitan di kerumunan manusia saat festival. Begitu masuk ke dalam  subway , yang pertama kali ingin kulakukan adalah tidur. Ah leganya ketika kulihat ada kursi kosong yang bisa kududuki. Enaknya bisa selonjoran untuk mehilangkan rasa pegal di kaki. Rupanya ketika aku tertidur, muridku iseng mengambil foto diriku yang sedang tertidur. Refleks aku terbangun. Begitu tersadar, tiba – tiba muncul seorang anak kecil bersama ibunya. Mereka berdiri tepat di hadapanku. Harusnya aku beri kursi itu pada mereka tapi ada sedikit kebingungan soal memberi tempat duduk di Korea atau di Jepang. Terkadang para orang tua menolak tawaran tersebut. Terlebih lagi jika kita menawarkan kursi itu pada orang yang masih muda. Salah satu alasan yang kutahu adalah mereka tak ingin terlihat seperti orang tua. Maka, tak heran jika beberapa orang tua pun terkadang menolak diberi ...

Naga Bonar Jadi 2

Baru-baru ini aku dikejutkan oleh film Indonesia. Sudah lama setelah Jomblo aku ga nonton film Indonesia lagi (abis yang berkeliaran banyaknya hantu2 mulu sih). Jomblo keren banget. Akhirnya ada film yang bikin aku ngakak bukan ketakutan ga karuan. Tapi tetep novelnya lebih bikin aku ngakak (aku ketawa2 sendirian di bis). Sekarang ada film keren yang lain. Isinya lebih mantap. Di film ini aku bisa merasa sedih, lucu, malu dan miris. Dedi Mizwar keren banget. Sebelum ini ada juga film Indonesia yang keren. Kalo ga salah judulnya simbol. Itu tuh yang ada ayam jagonya. Tokoh anaknya dan temen2nya kayaknya kalah keren sama tokoh bapaknya, Naga Bonar. Trus masih lebih keren juga dari tokoh supir bajaj, polisi dan tukang karpet (Indra Birowo). Pemain yang lainnya aktingnya masih harus lebih diasah kayaknya (sok banget aku). Film ini aku masukan dalam kategori must see movie. Yang ga doyan film Indonesia, kamu mesti check yang satu ini. Ini beda dari yang lain. Pulang dari bios...