Skip to main content

Jajanan Khas Korea di Festival Bahasa


Jajanan Khas Korea di Festival Bahasa


Akhirnya festival bahasa selesai sudah. Walaupun capek tapi sangat asyik. Saat beres-beres tiba-tiba hujan turun. Aduh.ribet nih. Anak-anak perempuan pada pakai Hanbok, jadi susah bergerak. Untungnya keribetan itu terbalaskan karena jualan kita hari ini sudah ludes semua. Senangnya!
                                                             Menu Favorit
Makanan yang paling dicari pengunjung festival tak lain dan tak bukan adalah mie instant Korea. Oh iya, mie korea yang kita beli yang ada logo halalnya dari Korean Muslim Federation. Para pengunjung festival suka sekali memesan mie racikan tim kelas bahasa Korea setiap ada acara festival bahasa.

Hotteok, Bulgogi, Hwachae
Mereka juga mencoba menu baru, Hotteok, Hwachae dan ada Bulgogi juga. Untuk yang belum mendengar hwachae, itu adalah sejenis minuman tradisional khas Korea. Minuman ini dibuat dari sari buah-buahan. Bahannya antara lain, stroberi, persik dan jeruk kemudian ditambahkan pemanis. Kalau di Korea, pemanisya itu ada madu, omija (ini sejenis buah tanaman liar) dan bisa juga buah herbal lainnya. Karena di sini susah mendapatkan omija, jadi kita pakai sirup saja untuk pemanisnya. Omong-omong, Hotteok buatan kita katanya enak ^^.

Makan di Restoran Korea
Karena jualan kita ludes semua makanya kita dapat uang banyak. Karena hasil jualan kelas kita lumayan, bulan depan kita akan ke restoran Korea. Anak-anak pasti akan makan banyak.

Sampai bertemu kembali di festival bahasa selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

프라이팬 놀이/Frying Pan Game/BTS

Playing Frying Pan Game/BTS We played a new game called Frying pan game (프라이팬 놀이) with our Korean guests in our Korean Class. It was fun. It’s like catching the mouse game. We learn the Korean numbers in the same time.  Say, if your friend mentions your name and the number, you have to mention your name according to the number he/she mentions previously.  For example, if your friend says "Dana dul (2)", so you have to say your name twice, "Dana...Dana" and so on and so on. If you make a mistake, well, you get the punishment. The type of the punishment depends on the agreement of the players. They are many types, trust me. Just choose one.  This game was played on one of the TV programs in Korea hosted by Kang Ho Dong (강 호 동), Hye Ryong said. 재미 있네요. 우리 애들이 놀이를 좋아해요.  But hey! BTS too played this game on one of their TV shows.  You can check out the video  here  So far, we have learned many Korean games. Mostly we got...

Mahal Mana, Bungeoppang atau Taiyaki?

Mahal Mana, Bungeoppang atau Taiyaki ? Kira-kira ada tidak perbedaan antara Bungeoppang dan Taiyaki? Hmm…kalau secara rasa keduanya sama. Bentuknya juga sama. Mungkin yang agak sedikit beda itu harganya kalau dibandingkan ke dalam Rupiah. Nyoba Bungeoppang dan Taiyaki Ceritanya selama jalan-jalan di Korea, aku sudah nyoba beli Bungeoppang 3 ~ 4 kali di tempat yang berbeda -beda . Hasilnya, semuanya sama, tidak dijual dalam satuan. Bungeoppang tidak dijual satuan . Misalnya, dulu sempat beli 2000 Won. Penjualnya memberi aku sekitar 5 ~ 6 buah dengan ukuran kecil, tapi tidak terlalu mini. Sementara ketika di Jepang, aku mencoba beli Taiyaki di daerah Kyoto, Taiyakinya dijual dalam satuan dan harganya muahal sih dibanding Bungeoppang yang aku beli di Korea. Kalau aku tidak salah ingatan, adiku (he..he..he.. yang bayar adiku) harganya sekitar 160 Yen per satu Taiyaki. Untuk memastikan harga terbaru, karena aku pergi ke korea terakhir tahun 2015, aku cek di si Mbah Google ...

Historical Visit

Historical Visit Besides visiting Baduy. We also visited the old Banten. Banten used to be the most popular kingdom. It is known till England. Once their representative visited England and they were welcomed exaggeratedly. Banten is famous because it had an international port for trading. People from many countries visited it. Unfortunately there’s disagreement between the father—Sultan Ageng Tirtayasa—and the son—Sultan Haji who collaborated with the Dutch—which lead to the destruction of the palace and the vanquishing the offspring of the royal family. They now spread everywhere. The remnant was unknown back then till recently on the initiative of one person there the digging was conducted. During the old regime, Old Banten was stated to be dead site. So, not like Borobudur temple, the Old Banten remained infamous. The reconstruction was done very slowly. You can see in my pictures there. Instead now, the site is famous for the people who believe in magic tricks. They wh...