Skip to main content

특별한 날 bag 2

특별한 날 bag 2

Ada sambungan dari tulisanku yang kemarin. Hari ini jadwal aku mengajar B. Korea. Nah, pas masuk kelas, .... jreg...anak-anak ko pada menghilang. Yang ada malah leha-leha di luar. Aku tunggu sampai mereka masuk.
Di kelas aku sampaikan persiapan untuk ujian akhir bersama Hye Sun. Bahan-bahannya aku jelaskan. Selesai dengan penjelasan ujian, aku mengajak mereka main permainan baru. Namanya Gong Gong Chil Ppang alias 007. Saat aku sedang menjelaskan tiba-tiba anak-anak muncul dengan membawa kue ultahku. Wah...what a surprise. Masalahnya ini udah hari Rabu...udah lewat beberapa hari. Lalu kulihat Arum berlari ke luar dan kembali dengan membawa kotak kardus. OMG...dia membawakan aku sebuah kotak berisi buku2 (tau aja gurunya suka baca). To my surprise, dia bawa buku-buku yang aku incer, buku tentang traveling. Nomu kamdonghaeyo...mereka membuatku tersentuh. Emang sih biasanya yang merayakan ultahku itu kelas anak buahku (wali kelasnya aku). Tapi mereka masih tetap merayakan ultahku walaupun aku bukan wali kelasnya lagi. Jadi terharu aku....
Walaupn kemarin aku agak in blue, ternyata buah dari being positive kemarin terasa manis sekali hari ini. Love it.
As Ari said, "Never give in" and Aki said, "onjena jigeum useum itji ma", I am going to try to always keep the smile on my face and never give in. Beuh, serius amat.

Comments

Popular posts from this blog

프라이팬 놀이/Frying Pan Game/BTS

Playing Frying Pan Game/BTS We played a new game called Frying pan game (프라이팬 놀이) with our Korean guests in our Korean Class. It was fun. It’s like catching the mouse game. We learn the Korean numbers in the same time.  Say, if your friend mentions your name and the number, you have to mention your name according to the number he/she mentions previously.  For example, if your friend says "Dana dul (2)", so you have to say your name twice, "Dana...Dana" and so on and so on. If you make a mistake, well, you get the punishment. The type of the punishment depends on the agreement of the players. They are many types, trust me. Just choose one.  This game was played on one of the TV programs in Korea hosted by Kang Ho Dong (강 호 동), Hye Ryong said. 재미 있네요. 우리 애들이 놀이를 좋아해요.  But hey! BTS too played this game on one of their TV shows.  You can check out the video  here  So far, we have learned many Korean games. Mostly we got...

Mahal Mana, Bungeoppang atau Taiyaki?

Mahal Mana, Bungeoppang atau Taiyaki ? Kira-kira ada tidak perbedaan antara Bungeoppang dan Taiyaki? Hmm…kalau secara rasa keduanya sama. Bentuknya juga sama. Mungkin yang agak sedikit beda itu harganya kalau dibandingkan ke dalam Rupiah. Nyoba Bungeoppang dan Taiyaki Ceritanya selama jalan-jalan di Korea, aku sudah nyoba beli Bungeoppang 3 ~ 4 kali di tempat yang berbeda -beda . Hasilnya, semuanya sama, tidak dijual dalam satuan. Bungeoppang tidak dijual satuan . Misalnya, dulu sempat beli 2000 Won. Penjualnya memberi aku sekitar 5 ~ 6 buah dengan ukuran kecil, tapi tidak terlalu mini. Sementara ketika di Jepang, aku mencoba beli Taiyaki di daerah Kyoto, Taiyakinya dijual dalam satuan dan harganya muahal sih dibanding Bungeoppang yang aku beli di Korea. Kalau aku tidak salah ingatan, adiku (he..he..he.. yang bayar adiku) harganya sekitar 160 Yen per satu Taiyaki. Untuk memastikan harga terbaru, karena aku pergi ke korea terakhir tahun 2015, aku cek di si Mbah Google ...

Historical Visit

Historical Visit Besides visiting Baduy. We also visited the old Banten. Banten used to be the most popular kingdom. It is known till England. Once their representative visited England and they were welcomed exaggeratedly. Banten is famous because it had an international port for trading. People from many countries visited it. Unfortunately there’s disagreement between the father—Sultan Ageng Tirtayasa—and the son—Sultan Haji who collaborated with the Dutch—which lead to the destruction of the palace and the vanquishing the offspring of the royal family. They now spread everywhere. The remnant was unknown back then till recently on the initiative of one person there the digging was conducted. During the old regime, Old Banten was stated to be dead site. So, not like Borobudur temple, the Old Banten remained infamous. The reconstruction was done very slowly. You can see in my pictures there. Instead now, the site is famous for the people who believe in magic tricks. They wh...